REMNIKA

REMNIKA
Remaja Masjid Jami Nurul Ilham Kassi
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

Tolak Tukar Kaus dengan Israel, Ronaldo: “Saya Berada di Bumi Palestina"




remnika – Di akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F antara Portugal dan Israel, Cristiano Ronaldo menolak bertukar kostum dengan pemain Israel.

Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, “Saya berada di bumi Palestina.”

Di akhir pertandingan, pemain Israel mendekati Ronaldo untuk bertukar kostum, namun ia tidak mengindahkan pemain Israel tersebut.


Sumber: http://www.dakwatuna.com

Rabu, 23 Mei 2012

Chelsea FC Jura Liga Champions 2012

Sembilan tahun lalu, seorang pahlawan bernama Roman Abramovich menyelamatkan Chelsea yang kala itu dililit krisis keuangan. Tidak hanya membeli klub seharga 140 juta poundsterling, miliuner Rusia rela membelanjakan lebih dari 100 juta poundsterling pada musim pertama, hanya demi merasakan nikmatnya gelar juara.
Musim panas 2004, setahun setelah King Roman berkuasa. Abramovich mencari seorang manajer baru, dan sekian pemain bintang dari liga elite Eropa. Dicomotnya Jose Mourinho dari Porto. Satu hal paling penting, dibelinya Petr Cech (kala itu belum genap 22 tahun) dari Rennes seharga 7,1 juta poundsterling. Selang belasan hari, penyerang maut Marseille, Didier Drogba (kala itu 26 tahun) dengan tebusan 24 juta poundsterling.


Keduanya bergabung dengan John Terry (saat itu belum genap 24 tahun) jebolan Chelsea junior; danFrank Lampard (26 tahun) yang 3 tahun sebelumnya diboyong dari West Ham United. Keempat pemain kunci inilah yang membawa The Blues meraih juara Liga Inggris pertama dalam 50 tahun terakhir, pada ujung musim tersebut.
Ditambah Ashley Cole yang hadir pada musim panas 2006, lengkaplah lima pilar yang mewarnai perjalanan The Blues meraih trofi demi trofi untuk membuat King Roman bertepuk tangan kegirangan.
Namun, sembilan tahun berlalu, belanja Roman Abramovich tak jua menghasilkan gelar Liga Champions. Pasca perginya Jose Mourinho, pasukan Chelsea, terutama empat dari lima pilar utama —minus Petr Cech—  berubah menjadi penguasa ruang ganti. Luiz Felipe Scolari, pelatih yang sempat menukangi The Blues, menyebut kariernya di Stamford Bridge bagai berada di neraka.
Dominasi John Terry, Frank Lampard, Ashley Cole, dan Didier Drogba yang senantiasa dipayungi King Roman, membuat para pemain lebih berkuasa daripada manajer. Hal yang membuat Carlo Ancelotti sempat mengalami masa-masa tak menyenangkan, puasa bicara dengan Terry dan Lampard beberapa bulan.
Sejak musim 2009-10 kala mereka meraup gelar Premier League, generasi emas Chelsea sudah mengeropos. King Roman tahu hal itu, dan awal musim ini didatangkanlah seorang manajer muda bernama Andre Villas-Boas.
Sempat membawa The Blues tampil terkonsep di awal musim, akhirnya AVB kembali terbakar oleh panasnya ruang ganti. Kedisiplinan sang manajer yang terlalu berlebihan dan keberanian AVB membangkucadangkan Frank Lampard membuat kuartet penting kegerahan. Pengaruh mereka kembali terlihat. The Blues bagaikan klub yang tak tahu cara bermain sepakbola pada masa-masa menjelang AVB dibuang.


Begitu Roberto Di Matteo dipilih sebagai caretaker sementara, keadaan berubah. Empat pemain tua melunak dengan pendekatan mantan pemain The Blues, dan Chelsea kembali tampil sebagai pemenang. Barcelona disikat, Liverpool ditumbangkan di Piala FA, dan terakhir Bayern Muenchen ditekuk dalam drama adu penalti untuk memboyong gelar Liga Champions yang selama ini hanya ada di khayalan Roman Abramovich.
Satu yang harus disadari The Blues, musim depan, kejadian tak akan sama lagi. John Terry akan berusia 33 tahun di akhir kompetisi mendatang. Frank Lampard, 34 tahun, dan Ashley Cole 32 tahun. Para pemain pilar ini memang sudah memberikan yang terbaik dalam sembilan tahun terakhir. Namun, bukan berarti harus senantiasa mendapatkan porsi utama.


Peremajaan klub yang sempat terhenti sejak pertengahan musim, harus kembali dihidupkan, dan para penguasa ruang ganti, harus mulai memahami usia mereka yang terus menua. Jika tidak ada perubahan berarti, dan generasi emas yang sudah lewat masanya tetap memegang peranan penting, sulit membayangkan apa yang terjadi pada The Blues di tahun-tahun mendatang.
Sebelum masa itu tiba, acungan lima jempol tetap layak diberikan kepada John Terry, Frank Lampard, Ashley Cole, dan Didier Drogba—para penggerak mimpi The Blues di dekade awal kerajaan Roman Abramovich—.

Rabu, 25 April 2012

Real Madrid gagal melaju ke final liga champions



Hasil Liga Champion pagi ini benar-benar diwarnai drama. Setelah 120 menit, Real Madrid vs Bayern Muenchen berakhir 2-1. Agregat sama kuat, akhirnya tuan rumah terdepak dalam drama adu penalti. Dua pemain spesialis penalti, Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka tak mampu menaklukkan kiper terbaik dunia, Manuel Neuer.
Segalanya berjalan lancar untuk Los Blancos pada awal babak pertama. Santiago Bernabeu bahkan sudah berteriak kegirangan enam menit setelah kick-off. Tembakan Angel Di Maria membentur tangan David Alaba di kotak terlarang.
Wasit menunjuk titik putih, dan Cristiano Ronaldo sempat membuktikan bahwa ia tidak demam panggung dalam laga menghadapi tim besar. Penaltinya mulus meluncur sementara Manuel Neuer bergerak ke arah yang salah.
Selang delapan menit, CR7 kembali dielu-elukan. Memanfaatkan sodoran Mesut Ozil, Ronaldomelepaskan tembakan ke sudut bawah gawang Neuer. 2-0 dan Real Madrid terbang sebelum jatuh lagi ke tanah dengan cara menyakitkan.
Bayern Muenchen membutuhkan satu gol balasan, dan mereka mendapatkannya pada menit 27. Pepemelanggar Mario Gomez di kotak 16 meter dan kali ini tim tamu yang mendapatkan hadiah tendangan penalti.
Arjen Robben melesakkan bola dengan sempurna meski Iker Casillas mampu menbaca arah dengan baik. 2-1, agregat sama kuat 3-3.
Menit-menit berikutnya, Bayern Muenchen lebih banyak menguasai bola. Kedua tim tetap tak bisa menambah gol. Upaya Jose Mourinho memasukkan Ricardo Kaka sejak menit 75 pun tak menemui hasil.
Perpanjangan waktu pun digelar. Lagi-lagi, hasil 2-1 tetap utuh. Apa boleh buat, kedua tim harus menentukan pemenang lewat drama adu penalti. Penendang pertama Muenchen, David Alaba, sukses menaklukkan Iker Casillas.
Ketika tiba giliran Cristiano Ronaldo, tidak ada yang menyangka tembakan CR7 dimentahkan Manuel Neuer dengan cemerlang. 1-0 pada penendang pertama.
Horor bagi tuan rumah berlanjut ketika Mario Gomez mulus membidik tengah gawang. Apalagi ketikaRicardo Kaka kembali menemui takdir yang serupa Ronaldo. Tendangan gelandang Brazil mentah oleh kesigapan Neuer.
Toni Kroos gagal menjadi pahlawan Bayern Muenchen terlalu awal. Tembakannya ke sudut kiri gawang Iker Casillas berhasil diblok oleh kiper internasional Spanyol; seolah Casillas tak mau kalah dengan Neuer.
Harapan Madrid tetap terjaga ketika sang spesialis bola mati, Xabi Alonso, mengoyak gawang Neuer. 2-1 pada penendang penalti ketiga.
Bayern kembali mendapat kesempatan untuk melenggang. Namun, kali ini Philip Lahm gagal. Tendangan sang kapten berhasil ditepis tangan Iker Casillas meski sang kiper sudah bergerak terlalu jauh.
Kesempatan emas untuk Real Madrid menyamakan kedudukan. Namun, ketika semua orang melihatSergio Ramos sebagai penendang keempat, wajah tegang menyelimuti Santiago Bernabeu. Ramos hanya berusaha menendang sekeras-kerasnya dan hasil itulah yang didapat. Penaltinya terbang tinggi seperti mimpi Real Madrid ke final Liga Champions.
Partai final kedua dalam tiga tahun terakhir bagi FC Holywood; sekaligus menambah satu kutukan bagiJose Mourinho sang spesialis semifinal Liga Champions.
STATISTIK
Real MadridBayern Muenchen
15(6)Tembakan (Tembakan ke Gawang)20(6)
12Pelanggaran27
5Tendangan Sudut5
4Offside1
45%Ball Possession55%
3Kartu Kuning4
0Kartu Merah0
5Penyelamatan4

dikutip dari : http://sidomi.com